Tuesday, November 10, 2009

Hati Menemukan Kedamaian dengan Mengingat Allah

Alhamdulillah segala imtihan sudah berakhir. Segala usaha yang dicurahkan bakal dilihat tidak lama lagi. Moga-moga allah permudahkan segala urusan, walaupun expectation result agak-agak akan ada taufan..... Satu artikel yang menarik untuk dikongsi hasil daripada harun yahya, bagaimana kajian yang dilakukan membuktikan Hati Menemukan Kedamaian dengan Mengingat Allah. Apa yang mendasari adanya hubungan antara keimanan dan jiwa raga manusia ini? Kesimpulan yang dicapai oleh sang peneliti sekuler, dalam kata-katanya sendiri, bahwa jasmani dan ruhani manusia telah dikendalikan untuk percaya kepada Allah.

Subhanallah bersyukurlah kita semua kerana masih dikurniakan nikmat iman dan islam. Moga-moga Allah menghidupkan kita dalam iman, mematikan dalam iman, membangkitkan dalam iman dan memasukkan syurga dalam iman.

Sebagai contoh, menurut penelitian oleh David B Larson dan timnya Pusat Penelitian Kesehatan Nasional Amerika, pembandingan antara orang Amerika yang taat dan yang tidak taat beragama telah menunjukkan hasil yang sangat mengejutkan. Jika dibandingkan mereka yang sedikit atau tidak memiliki keyakinan agama, orang yang taat beragama menderita penyakit jantung 60% lebih sedikit, tingkat bunuh diri 100% lebih rendah, menderita tekanan darah tinggi dengan tingkat yang jauh lebih rendah, dan angka perbandingan ini adalah 7:1 di antara para perokok.

Ibadah dan keimanan kepada Allah memiliki lebih banyak pengaruh baik pada kesehatan manusia daripada keimanan kepada apa pun yang lain.
Dalam sebuah pengkajian yang diterbitkan dalam International Journal of Psychiatry in Medicine, sebuah sumber ilmiah penting di dunia kedokteran, dilaporkan bahwa orang yang mengaku dirinya tidak berkeyakinan agama menjadi lebih sering sakit dan mempunyai masa hidup lebih pendek. Menurut hasil penelitian tersebut, mereka yang tidak beragama berpeluang dua kali lebih besar menderita penyakit usus-lambung daripada mereka yang beragama, dan tingkat kematian mereka akibat penyakit pernapasan 66% lebih tinggi daripada mereka yang beragama.

Para pakar psikologi yang sekuler cenderung merujuk angka-angka serupa sebagai "dampak kejiwaan". Ini berarti bahwa keyakinan agama meningkatkan semangat orang, dan hal ini berpengaruh baik pada kesehatan. Penjelasan ini mungkin sungguh beralasan, namun sebuah kesimpulan yang lebih mengejutkan muncul ketika orang-orang tersebut diperiksa. Keimanan kepada Allah jauh lebih kuat daripada pengaruh kejiwaan apa pun. Penelitian yang mencakup banyak segi tentang hubungan antara keyakinan agama dan kesehatan jasmani yang dilakukan oleh Dr. Herbert Benson dari Fakultas Kedokteran Harvard telah menghasilkan kesimpulan yang mencengangkan di bidang ini. Walaupun bukan seorang yang beragama, Dr. Benson telah menyimpulkan bahwa ibadah dan keimanan kepada Allah memiliki lebih banyak pengaruh baik pada kesehatan manusia daripada keimanan kepada apa pun yang lain. Benson menyatakan, dia telah menyimpulkan bahwa tidak ada keimanan yang dapat memberikan banyak kedamaian jiwa sebagaimana keimanan kepada Allah.

Kenyataan ini, adalah sebuah rahasia yang dinyatakan dalam Al Qur'an dengan kalimat ini "...Hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram." (QS. Ar Ra’d, 13:28). Alasan mengapa orang-orang yang beriman kepada Allah, yang berdoa dan berharap kepada-Nya, lebih sehat secara ruhani dan jasmani adalah karena mereka berperilaku sesuai dengan tujuan penciptaan mereka. Filsafat dan sistem yang tidak selaras dengan penciptaan manusia selalu mengarah pada penderitaan dan ketidakbahagiaan.

Kedokteran modern sekarang sedang mengarah menuju pemahaman tentang kebenaran ini. Seperti kata Patrick Glynn: "Penelitian ilmiah di bidang psikologi selama lebih dari 24 tahun silam telah menunjukkan bahwa, ... keyakinan agama adalah satu di antara sejumlah kaitan paling serasi dari keseluruhan kesehatan jiwa dan kebahagiaan."

Begitu banyak kajian yang dilakukan oleh golongan sekular yang berpihak kepada keimanan kepada Allah. Allah menyatakan dalam Al-Qur’an bahwa Dia menciptakan manusia agar siap untuk menghidupkan agamaNya:

Maka, teguhkanlah pengabdianmu kepada Agama yang benar yang Allah ciptakan untuk manusia. Tiada yang mampu merubah ciptaan Allah. Itulah agama yang lurus, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahuinya. (Surat Ar-Rum: 30)
Baca Lagi!
Monday, October 12, 2009

Adakah Akal & Agama wanita kurang berbanding Lelaki?

Bismillahirahmanirahim...

Rasanya semua dikalangan kita pernah terdengar bahawa, wanita mempunyai sembilan nafsu dan satu akal, berbanding lelaki yang dikatakan mempunyai sembilan akal dan satu nafsu. Saya pun tak tahu sejauh mana kebenarannya. Namun ada juga pendapat yang mengatakan akal dan agama wanita kurang daripada lelaki. Emmm,,,,, betul ke?


Dalam sebuah riwayat Muslim dituliskan: Wanita diciptakan dari tulang rusuk yang tidak akan membuatmu lurus di jalan. Jika kau hendak menikmatinya, maka kau dapat menikmatinya dan padanya ada kebengkokan. Jika kau berusaha untuk meluruskannya, maka kau akan membuatnya patah. Dan bila kau mematahkannya bererti kau telah menceraikannya.

Dari Abu Said Al-Khudri r.a yang berkata: Rasulullah sedang hendak melakukan sembahyang Aidil Adha atau Aidil Fitri dan di jalan baginda berselisih dengan kaum wanita. Baginda bersabda: Wahai para wanita, tidak pernah aku lihat wanita yang kurang akal dan agamanya yang dapat membuat hati lelaki tertarik melebihi kamu semua. Para wanita tadi bertanya: Apa yang membuat agama dan akal kami kurang ya Rasulullah? Rasul bersabda: Bukankah kesaksian seorang wanita adalah separuh dari kesaksian seorang lelaki? Mereka menjawab: Benar. Baginda meneruskan: Itulah yang membuat akal mereka dianggap kurang, dan bukankah bila ia sedang haid ia tidak boleh sembahyang dan puasa? Mereka menjawab: benar. Rasul melanjutkan: Itulah yang membuat agamanya kurang. (Bukhari dan Muslim)

Ibnu Taimiyah mengatakan: Allah s.w.t berfirman: Jika tidak ada dua orang lelaki, maka boleh seorang lelaki dan dua orang perempuan dari saksi-saksi yang kamu redhai, supaya jika seorang lupa maka seorang lagi mengigatkannya.

Adapun kekurangan akal padanya telah dijelaskan oleh Nabi S.a.w bahawa ia mengalami kekurangan jumlah sembahyang dan puasa pada masa-masa haid dan nifas.

Secara ringkasnya, apa yang dianggap oleh sebahagian orang sebagai sebuah kekurangan dan cela pada diri seorang wanita, hal itu pula yang telah menbuatkan seorang wanita istimewa. Wanita adalah makhluk yang lembut yang sarat dengan perasaan yang dapat mententerankan kehidupan yang keras ini.

Wanita sejak ia mengandungkan manusia dalam perutnya, lalu melahirkan dan menyusui selalu memberikan perasaan cinta, kasih sayang dan kelembutan dan mengisi roh anaknya dengan nilai-nilai mulia dalam kehidupan. Sebagaimana badannya menjadi sihat dan tumbuh membesar dengan pelbagai makanan, akan tetapi roh dan jiwanya tidak akan sihat dan tumbuh besar tanpa makanan yang hanya dapat diberikan oleh seorang wanita.



Bahkan pada masa anak-anak dan pada usia remajanya, apabila anak ini tidak mendapat dari ibu apa yang mencukupi keperluan jiwanya maka kejiwaannya akan berkembang menjadi liar. bahkan juga bila ia sudah menjadi suami, maka anak yang tadinya berfikiran kecil ini dimana jiwanya kering, hatinya keras dan perasaannya selalu lapar akan sentiasa tidak menemukan orang yang dapat memberinya cinta, kasih dan kedamaian sehingga ia dapat menjalani hidup sebagai seorang lelaki dewasa. Ia tidak akan menemukan semua itu kecuali dari seorang wanita yang menjadi isterinya.

Perasaan, naluri, roh, jiwa bahkan akal seorang lelaki tidak terlalu bererti kecuali apabila ia mendapatkan seorang wanita yang memiliki kesamaan dengan dirinya dalam aturan hidup kemanusiaan dan dalam perlaksanaan syariah sehingga wanita tadi menjadi tanda kekuasaan Allah dalam alam ini.

Baca Lagi!
Monday, September 28, 2009

Jalan-jalan cari pasal...huuhu

Salam mahabbah buat semua...
Selamat kembali ke medan perjuangan kampus selepas seronok berhari raya.

Dah lama rasanya tak keluar jalan-jalan cari makan, maklumlah baru lepas bulan ramadan. ape lagi balik cuti raya, keluar jab jalan-jalan menikmati alam ciptaan tuhan...hehe..

Habis je kelas kul 5 petang, kereta no plat WPF 3045 menuju ke CS. Ni antara makanan yang sempat di ambik gambar kat sana. Bleh lah tahan makanannya, sape nak makan bleh la cuba.huhu



Laksa Lemak Singapura RM 9.90


Laksa Johor RM 9.90


Laksa Sarawak RM 9.90


Lime Juice RM 3.90 , Ice Lemon Tea RM 3.90, Bandung Cincau RM 4.90

Sempat juga main ketuk-ketuk.

Baca Lagi!
Tuesday, September 15, 2009

Santai: Cerita MALAS


Pada masa dahulu, ada sebuah kampung dimana semua rakyatnya amat RAJIN belaka tidak ada yang malas.

Jadi pada suatu hari, rajanya membuat pengumuman hendak mencari seorang yang malas. Semasa perhimpunan itu, adalah seorang lelaki mengaku

Katanya : "saya adalah yang paling malas"

Raja pun bertanya : "apa tahap malas awak?"

Lalu jawab lelaki tersebut :"kalau saya hendak makan,ada orang yang menyuapkan saya".

Tiba-tiba datang seorang lelaki lagi : "Saya lebih malas lagi dari dia tuanku".

Tuanku pun bertanya kepadanya : "sampai mana pulak tahap malas awak?"

maka jawabnya : "Kalau saya makanpun, sampai ada orang tolong kunyahkan".

Maka raja pun terdiam.....
Tanpa disangka2 datang seorang budak lelaki datang kepadanya sambil berkata:

"saya adalah yang paling malas tuanku".

Raja pun bertanya: "bagaimana pula tahap kemalasan awak?"

budak itu pun menjawab : "Nak cite pun malas"....
Baca Lagi!
Tuesday, September 8, 2009

Bulan Kasih Sayang

Sering kali kita semua mendengar bulan Ramadhan merupakan bulan berganda. Setiap apa saja yang dilakukan akan mendapat balasan yang berganda. Malahan nafsu kita juga turut berganda walaupun pada bulan ini syaitan dirantai oleh Allah. Ini adalah kerana nafsu telah bertapak di hati dan bermaharajalela.



Apabila kita membuat kesilapan kita sering menyalahkan syaitan dan iblis yang menggoda kita. Tetapi mengapakah kesilapan yang sama turut berlaku dalam bulan Ramadhan? Adakah rantai-rantai yang membelit kaki-kaki syaitan itu terlalu panjang hingga dapat memberi 'petunjuk' kepada kita?

Sabda Rasulullah saw.:

"Apabila datang bulan Ramadhan, dibukakan pintu langit dan ditutup pintu neraka serta dibelenggu segala syaitan."

Semoga dengan keberkatan Ramadhan ini kita akan dapat menggilap kembali hati kita yang pudar dan melumpuhkan nafsu-nafsu hitam yang bertahta di hati kita selama ini. Oleh itu, inilah masa yang perlu digunakan sebaik mungkin untuk mendidik kembali nafsu kita yang selama ini dikongkong oleh syaitan. Berpuasa bukanlah sekadar berlapar semata-mata. Tetapi puasa adalah berlapar di samping mendidik nafsu dan peribadi manusia. Ini adalah jihad yang maha besar yang perlu dihadapi oleh setiap umat Islam.

Nabi Muhammad saw pernah bersabda:

"Berjihadlah kamu dengan lapar dan dahaga kerana pahalanya seperti pahala mujahid di jalan Allah (fi sabilillah) dan sesungguhnya tiada amalan yang lebih diperkenankan oleh Allah selain menahan lapar dan dahaga"

Bulan Ramadhan ini adalah anugerah Allah sebagai lambang kasih sayang kepada hamba-hamba Nya. Begitu besarnya kasih sayang Allah pada kita. Oleh itu marilah bersama-sama kita menilai diri kita. Semoga tahun ini amalan kita akan semakin bertambah dan sempurna perlaksanaannya. Insya Allah. Janganlah kita termasuk dalam golongan yang menganiayai diri sendiri dan orang yang rugi.

Sabda Rasulullah saw:

"Barangsiapa yang mendirikan Ramadhan dengan penuh keimanan nescaya diampunkan segala dosa-dosanya yang lalu."

"Dari Abu Hurairah R.A katanya: Rasulullah SAW bersabda:"kecewa dan merugi orang yang bila namaku disebut dia tidak mengucapkan shalawat atasku, kecewa dan merugi orang yang berkesempatan hidup di bulan ramadhan tetapi tidak terampun dosa-dosanya,kecewa dan merugi orang yang berkesempatan hidup bersama orang tuanya tetapi dia tidak bisa sampai masuk surga ," (Hadis Riwayat Imam Ahmad)

Wallahuallam.
Baca Lagi!

Salam persaudaraan dan mahabbah buat semua warga utm skudai terutamanya mahasiswi-mahasiswi sekalian. Moga kita semua masih lagi bersemangat untuk mencari keberkatan di bulan yang mulia ini. Seperti yang kawan-kawan sekalian lihat di poster terbaru kami, Insayallah HEWI PMIUTM akan mengadakan program TM Hewi (Teman Muhasabah Hewi)
Butiran program adalah seperti berikut:

Tarikh: 11-12 September 2009

Tentatif program:

11/09/09 (Jumaat)
(12-00-2.00) pm : Ceramah Persoalan PUASA tapi anda malu bertanya
(Ustz Farahwahida). L50-DK2
(9.45-11.30) pm : Tazkirah
(Ustazah Naimah). ARAS 2 (MSI)
12/09/09 (Sabtu) ARAS 2 (MSI)
(4-00-7.00) am : Qiamullail
Sahur, Kuliah Subuh.

Jangan risau jamuan makanan kami akan sediakan.

Sesiapa yang berminat untuk menyertai atau bertanyakan soalan boleh la terus berhubung dengan AJK kami di talian 0132003910.

Sesiapa yang nak datang terus pun tidak mengapa. Tidak semestinya berdaftar ye.
Jangan lupa ajak kawan-kawan sekali. Sebelum itu nak pesan sikit, ajak kawan-kawan wanita je tau, sebab program ini khas untuk wanita je.

SEMOGA ALLAH MEMBERKATI PROGRAM INI.
Baca Lagi!
Tuesday, August 25, 2009

Budaya Mendekati Zina

Sekadar peringatan buat kita semua. Tak kiralah sesiapa saja mungkin boleh mempraktikkan budaya ini.

KEBANYAKAN umat Islam menganggap perzinaan itu adalah semata-mata melakukan persetubuhan haram dan inilah perbuatan maksiat yang dilarang keras dan merupakan satu daripada dosa-dosa besar.

Sebenarnya, dalam agama Islam, bukan perbuatan zina itu saja yang dilarang keras, tetapi termasuk juga sebarang tindak- tanduk yang membawa kepada berlakunya perbuatan yang terkutuk itu, iaitu sebarang perlakuan ke arah menghampiri zina yang disebut sebagai "budaya taqrabul-zina".

Hal tersebut jelas dalam firman Allah yang bermaksud: "Dan janganlah kalian mendekati zina, sesungguhnya zina itu adalah satu perbuatan yang keji dan seburuk-buruk jalan" - (Sura al-Israk: 32).

Takrif "zina" itu luas, meliputi banyak aspek perlakuan. Rasulullah s.a.w memperincikannya sebagaimana dalam sabda-sabda Baginda s.a.w. yang bermaksud:

*"Zina dua mata itu menilik (memandang) perempuan yang ajnabi",

*"Zina kedua mata itu memandang, zina kedua telinga itu mendengar, zina kedua tangan itu menjabat, zina kedua kaki itu melangkah dan zina hati itu mengingini, mengangan-
angankannya" - ( Riwayat Bukhari dan Muslim)

Demikianlah, semua perlakuan dalam perhubungan antara lelaki dan perempuan yang sudah akil baligh dan bukan mahram itu, sama ada zahir atau batin, dikira perbuatan zina belaka. Apa lagi perhubungan fizikal yang lebih rapat (bercumbu-cumbuan, berdansa, berkepitan-kepiitan atau berhimpit-himpitan), terutama dalam keadaan aurat yang terdedah. Bila sudah berdua2an, yang pasti yang ketiga itu adalah syaitan.

Berdasarkan hadis tersebut, jelaslah, pergaulan bebas antara lelaki dan perempuan yang bukan mahram itu sudah dikira perbuatan zina atau sekurang-kurangnya termasuk dalam kegiatan "budaya taqrabul-zina" itu.

Dalam agama Islam, pergaulan bebas antara lelaki dan perempuan ajnabi itu dilarang keras. Larangan melakukan tindak-tanduk yang membawa kepada perbuatan zina itu bukan khusus ditujukan kepada pasangan yang berkenaan sahaja, tetapi termasuk juga orang lain yang terbabit (bersyubahat).

Kerana jahil dan terlalu terpengaruh kepada amalan budaya sosial Barat yang dikatakan moden, ramai orang menganggap apa yang mereka lakukan itu adalah perkara biasa, sudah menjadi tradisi. Malah, mereka menganggap itulah tindakan yang selari dengan zaman moden sekarang ini. Tambahan lagi jika terhadap mereka ketika masa muda dulu, ibu bapa mereka pernah bertindak demikian, membiarkan mereka berdua-duaan dengan kekasih mereka.

Pengaruh budaya Barat dalam bidang sosial ini harus disedari sebagai virus berbahaya yang merosakkan budaya Islam, sekali gus meruntuhkan kekuatan umat Islam.

Pada peringkat awal orang-orang Barat (Keristian khususnya) melancarkan perang bersenjata terhadap kerajaan-kerajaan Islam. Tetapi mereka gagal. Lalu mereka menukarkan perang bersenjata itu kepada perang psikologi.

Dalam tahun 1268, seorang raja Perancis pernah mengemukakan saranan: "Adalah suatu yang amat sukar dan hampir mustahil untuk mengalahkan umat Islam melalui peperangan
dengan senjata dan kekerasan. Bedasarkan pengalaman yang disokong oleh fakta sejarah
sebelumnya, maka yang penting sekarang ialah mengatur langkah lain untuk umat yang degil itu".

Antara "langkah lain" itu ialah melancarkan perang psikologi dengan cara mengumpankan corak hiburan yang membawa kepada amalan pergaulan bebas antara muda-mudi Islam yang boleh diistilahkan sebagai "budaya taqrabul-zina" itu.

Hiburan dari Barat itu sengaja dieksport ke negara Islam sebagai satu strategi perang psikologi untuk melemahkan umat Islam. Tanpa kesedaran ini, umat Islam, bukan sahaja tidak peka dengan "umpan" atau matlamat negatif hiburan dari Barat itu, malah mereka menerimanya sebagai hasil seni dan budaya yang mereka iktiraf sebagai "budaya global". Sebenarnya apa yang disebutkan sebagai "budaya global" itulah yang merupakan "budaya taqrabul-zina" itu.

Tuduhan terhadap Barat dalam hal ini bukan tidak berasas. Kaum Yahudi dan Nasrani memang selamanya mendendami dan memusuhi umat Islam. Allah SWT mengingatkan Rasulullah saw melalui firman-nya yang mafhumnya: "Orang-orang Yahudi dan Nasrani
tidak sekali-kali menyukaimu (Hai Muhammad) sehingga engkau menurut agama mereka" -
(al-Baqarah: 120)

Perkembangan budaya taqrabul-zina memang dirancang oleh musuh Islam untuk menghancurkan umat Islam. Inilah yang dikatakan sebagai strategi dalam perang psikologi mereka terhadap umat Islam.

Seorang orientalis pernah berkata, "Gelas minuman keras dan penyanyi perempuan dapat menghancurkan umat Muhammad. Ini lebih berkesan daripada apa yang dapat dilakukan oleh seribu meriam".

Mudah sahaja manusia terseret dan tergelincir jatuh ke kubang maksiat zina yang amat terkutuk itu, kerana kegiatan dan pergaulan bebas dalam dunia hiburan bercorak Barat - musik, sukan dan sebagainya - itu adalah meliputi ciri-ciri "budaya taqrabul-zina". Di mana-mana sahaja, perbuatan maksiat dalam dunia budaya ini telah dan sedang berlaku. Fenomena keruntuhan akhlak yang amat teruk sekarang, di kalangan muda mudi Islam khususnya, sehingga merebaknya wabak bohsia, bohjan, kelahiran dan pembuangan bayi luar nikah dan sebagainya adalah antara bukti-buktinya.
Baca Lagi!